- Home>
- NATAL. Sedih atau Senang?
Dec 9, 2013
Setiap menjelang akhir tahun khususnya di bulan
Desember, ratusan juta umat kristiani di dunia hiruk pikuk untuk mempersiapkan
dan merayakan hari Natal . Pusat-pusat perbelanjaan tampak sangat sibuk dan
bertingkah laku seolah-olah mereka menjadi pusat perayaan natal. Begitu banyaknya pernak-pernik yang dipajang di
toko-toko,seperti pohon dan lampu natal dan adanya tawaran diskon natal,
menunjukkan suatu semangat natal. Namun, bagi sebagian orang ketika tiba natal
mereka tidak dapat berkumpul dengan keluarga dan sanak saudara (ini nih yang menjadi momok
bagi anak kos yang sedang berjuang di negeri perantauan terpisah dengan
keluarga tercinta), atau ada yang tidak dapat merayakannya karena
mengalami bencana atau suatu musibah, dsb. Belum lagi di Indonesia ini, ada
umat yang tidak bisa merayakan natal di gereja karena gereja mereka disegel
oleh oknum tertentu.
Nah, yang menjadi titik pusat pembahasan kali ini
ialah merayakan natal namun tidak bersama-sama dengan keluarga kita. Bagi orang
yang merantau khususnya anak kos, pasti sudah terbiasa natal ditemani kesepian
dan kehampaan (suasana haru dan sedih). Karena, mereka jauh dari keluarga yang
biasanya mendampingi mereka (belum lagi jika perayaan natal dilakukan menjelang
penghujung bulan. FIX !! Merayakan natal sendirian di dalam kamar, trus nyalain
lilin sambil nyanyiin lagu malam kudus :-D)
. Biasanya, bagi mahasiswa perantauan, mereka hanya ikut natal di
Universitas dan natal umum yang biasa dilakukan di gereja (maybe).
Namun,hal itu tidak berlaku bagi sebahagian
mahasiswa yang sedang berjuang di kota Pahlawan (dibaca : Surabaya) yang
tergabung dalam sebuah wadah kekeluargaan tersebutlah namanya ABISS (Alumni
Budi Mulia Siantar Surabaya) . Yups! Natal merupakan agenda tahunan yang wajib
dilakukan ABISS. ABISS akan merayakan natal di suatu tempat (biasanya di gedung
gereja atau di kontrakan) dan acaranya juga simpel namun panjang :D seperti :
1.
Melakukan kebaktian singkat dengan segala
prosesi yang ada di dalamnya(seperti : penyalaan lilin sekaligus matiin lampu,
melafalkan ayat-ayat alkitab alias marliturgi, ceramah dari pengkhotbah)
2.
Acara hiburan (games, nyanyi-nyanyi,vokal group,
paduan suara,solo,duet,dsb hehe)
3.
Kata sambutan dari berbagai elemen dan pemangku
kepentingan (Ketua natal, ketua abiss, sie konsumsi, sie kamjin, sie dana,dkk)
4.
Makan bersama. Acara yang paling ditunggu-tunggu
dan paling hikmat dan damai karena semua tenang menyantap makanan
masing-masing.
5.
Tukar kado (siap-siap mendapat kejutan yang tak
diduga-duga)
6.
Salam-salaman (disertai cipika cipiki cipanas
cimahi dan ci...ci... lainnya)
Walaupun jauh dari keluarga, namun di natal ABISS aura
dan suasana kekeluargaan itu terpancar kembali, karena semua adalah saudara dan
menjadi anggota dari keluarga ABISS itu sendiri. Semua bersukacita dan
bergembira merayakan natal, tidak ada yang perlu disedihkan lagi meski jauh
dari keluarga, karena di Surabaya sendiri kita juga telah memiliki keluarga
yang baru yang ada bersama-sama dengan kita.
So, ‘jauh dari keluarga’ tidak menjadi alasan untuk
menyurutkan semangat kita dalam merayakan natal. Kita harus tetap bersukacita
dalam menyambut kelahiran Tuhan Yesus di dunia ini khususnya menyambut kehadiran
Tuhan di dalam hati kita masing-masing.
Selamat natal ABISS!! Tuhan memberkati kita!
Oleh : Adi Sembiring
Oleh : Adi Sembiring
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments