post

Hot - Threads !!!

Coming Soon ...

_________________________________________________________________Upload Karyamu___________________________________________________
  • Dec 9, 2013




    Setiap menjelang akhir tahun khususnya di bulan Desember, ratusan juta umat kristiani di dunia hiruk pikuk untuk mempersiapkan dan merayakan hari Natal . Pusat-pusat perbelanjaan tampak sangat sibuk dan bertingkah laku seolah-olah mereka menjadi pusat perayaan natal. Begitu  banyaknya pernak-pernik yang dipajang di toko-toko,seperti pohon dan lampu natal dan adanya tawaran diskon natal, menunjukkan suatu semangat natal. Namun, bagi sebagian orang ketika tiba natal mereka tidak dapat berkumpul dengan keluarga dan sanak saudara (ini nih yang menjadi momok bagi anak kos yang sedang berjuang di negeri perantauan terpisah dengan keluarga tercinta), atau ada yang tidak dapat merayakannya karena mengalami bencana atau suatu musibah, dsb. Belum lagi di Indonesia ini, ada umat yang tidak bisa merayakan natal di gereja karena gereja mereka disegel oleh oknum tertentu.
    Nah, yang menjadi titik pusat pembahasan kali ini ialah merayakan natal namun tidak bersama-sama dengan keluarga kita. Bagi orang yang merantau khususnya anak kos, pasti sudah terbiasa natal ditemani kesepian dan kehampaan (suasana haru dan sedih). Karena, mereka jauh dari keluarga yang biasanya mendampingi mereka (belum lagi jika perayaan natal dilakukan menjelang penghujung bulan. FIX !! Merayakan natal sendirian di dalam kamar, trus nyalain lilin sambil nyanyiin lagu malam kudus :-D)  . Biasanya, bagi mahasiswa perantauan, mereka hanya ikut natal di Universitas dan natal umum yang biasa dilakukan di gereja (maybe).
    Namun,hal itu tidak berlaku bagi sebahagian mahasiswa yang sedang berjuang di kota Pahlawan (dibaca : Surabaya) yang tergabung dalam sebuah wadah kekeluargaan tersebutlah namanya ABISS (Alumni Budi Mulia Siantar Surabaya) . Yups! Natal merupakan agenda tahunan yang wajib dilakukan ABISS. ABISS akan merayakan natal di suatu tempat (biasanya di gedung gereja atau di kontrakan) dan acaranya juga simpel namun panjang :D seperti :
    1.         Melakukan kebaktian singkat dengan segala prosesi yang ada di dalamnya(seperti : penyalaan lilin sekaligus matiin lampu, melafalkan ayat-ayat alkitab alias marliturgi, ceramah dari pengkhotbah)
    2.         Acara hiburan (games, nyanyi-nyanyi,vokal group, paduan suara,solo,duet,dsb hehe)
    3.         Kata sambutan dari berbagai elemen dan pemangku kepentingan (Ketua natal, ketua abiss, sie konsumsi, sie kamjin, sie dana,dkk)
    4.         Makan bersama. Acara yang paling ditunggu-tunggu dan paling hikmat dan damai karena semua tenang menyantap makanan masing-masing.
    5.         Tukar kado (siap-siap mendapat kejutan yang tak diduga-duga)
    6.         Salam-salaman (disertai cipika cipiki cipanas cimahi dan ci...ci... lainnya)

    Walaupun jauh dari keluarga, namun di natal ABISS aura dan suasana kekeluargaan itu terpancar kembali, karena semua adalah saudara dan menjadi anggota dari keluarga ABISS itu sendiri. Semua bersukacita dan bergembira merayakan natal, tidak ada yang perlu disedihkan lagi meski jauh dari keluarga, karena di Surabaya sendiri kita juga telah memiliki keluarga yang baru yang ada bersama-sama dengan kita.

    So, ‘jauh dari keluarga’ tidak menjadi alasan untuk menyurutkan semangat kita dalam merayakan natal. Kita harus tetap bersukacita dalam menyambut kelahiran Tuhan Yesus di dunia ini khususnya menyambut kehadiran Tuhan di dalam hati kita masing-masing.
    Selamat natal ABISS!! Tuhan memberkati kita!

    Oleh : Adi Sembiring







    0 comments

  • . ALUMNI BUDI MULIA SIANTAR SURABAYA: NATAL. Sedih atau Senang?. All Rights Reserved.